Posted by: alisetya | December 28, 2011

Ingin Sapi Sehat ? Pake Jamu ini

Jamu tradisional untuk sapi, mungkin sebagian orang akan merasa heran karena umumnya yang dikenal orang adalah jamu untuk dikonsumsi oleh manusia, seperti jamu tolak angin dan berbagai jenis dengan khasiat tertentu termasuk penambah nafsu makan. Sedangkan jamu untuk ternak sebagian masyarakat Lombok mengenalnya dengan sebutan Loloh. Jamu ini terbuat dari berbagai macam bahan rempah-rempah dan bumbu masakan yang biasa digunakan oleh para ibu rumah tangga sebagai penyedap rasa. Mungkin setiap wilayah memiliki ramuan jamu yang berbeda-beda tergantung pembuatnya. Parapembuat jamu ini sebagian besar masih merahasiakan resepnya, karena mereka memproduksi dan kemudian menjual kepada para peternak. Jamu ini dipercaya memiliki khasiat untuk menambah nafsu makan ternak. Sementara ini lebih banyak diberikan pada ternak sapi yang digemukkan. Peternak menginginkan sapi-sapi yang dipelihara bisa cepat besar dalam waktu yang singkat agar mereka bisa mendapatkan harga yang tinggi setelah dipelihara selama beberapa waktu. Pada usaha penggemukan, sapi dipelihara untuk menghasilkan daging, dan hal ini ditentukan oleh peningkatan berat badan ternak selama kurun waktu tertentu. Pertambahan berat badan diketahui dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetis ternak dan lingkungan termasuk pakan yang diberikan (kuantitas maupun kualitasnya). Ternak sapi yang dipelihara peternak di NTB sebagian besar adalah bangsa sapi Bali, sebagian lainnya merupakan sapi potong unggul seperti Simental, Limousine dan Bangus (keturunan Brahman-Angus). Jelas pada kondisi yang sama pertambahan berat badan harian (PBBH) sapi lokal (sapi Bali) lebih rendah dibandingkan sapi-sapi potong unggul. Agar ternak dapat hidup dan berproduksi maka perlu diberikan makanan yang cukup sesuai kebutuhannya. Kebutuhan pakan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing/domba biasanya diperhitungkan berdasarkan berat badannya yaitu seberat 3% dari berat badan ternak dalam bentuk bahan kering (BK). Mengapa demikian? Karena hijauan makanan ternak memiliki berat kering yang berbeda maka yang digunakan sebagai patokan perhitungan adalah dalam bentuk bahan kering. Dengan pemberian jamu dimaksudkan agar nafsu makan ternak meningkat sehingga terjadi peningkatan PBBH. Jika ternak lekas gemuk, maka bisa lebih cepat dijual dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur, sedang dilaksanakan kegiatan untuk menguji pengaruh jamu tradisional terhadap pertambahan berat badan harian ternak sapi jantan yang digemukan. Kegiatan tersebut merupakan Pengkajian dan Pemberdayaan Potensi Sumberdaya Lokal 2009 yang dibiayai oleh Proyek Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI). Obyeknya adalah sapi Simental jantan berumur sekitar 1 tahun, dan sapi Bali dengan beberapa tingkatan umur. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui jumlah konsumsi pakan pada ternak-ternak sapi yang diberikan jamu tradisional; 2) mengetahui efektifitas jamu tradisional terhadap peningkatan berat badan harian ternak sapi pada beberapa tingkatan umur dan bangsa ternak potong. Jamu diberikan seminggu sekali, sebanyak 10 butir/ekor. Untuk mengetahui efek jamu tersebut dilakukan penimbangan ternak secara berkala. Juga dilakukan pengukuran jumlah pakan yang dikonsumsi per hari. Kegiatan telah dilaksanakan mulai bulan Mei 2009 dan pengamatan akan berakhir pada bulan September 2009, didanai oleh program P4MI pada BPTP NTB. Hasil penelitian ini diharapkan bisa mendapatkan informasi tentang efek jamu tradisional (Loloh) pada penggemukan ternak sapi. Selama ini jamu semacam itu hanya bisa diasumsikan dapat menambah nafsu makan ternak dan mempersingkat waktu penggemukan. Selanjutnya dari hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk penggunaan jamu tradisional pada usaha penggemukan ternak sapi khususnya. Sementara ini hasil pengamatan belum bisa dipublikasikan karena penelitian masih berjalan. Oleh : Sasongk WR dan Farida Sukmawati M, peneliti dan penyuluh pada BPTP NTB

Posted by: alisetya | January 31, 2010

Hemat pupuk makro hingga 50%, hasil semakin untung

Kualitas buah meningkatMenurut Bapak Toyo,manager lapangan kebun Lisa – dusun wira bangun, kecamatan simpang pematang , kabupaten tulang bawang, lampung – setelah memakai starter kesuburan NASA, dalam dua bulan pertama , daun mulai hijau mengkilap dan 4 bulan berikutnya bunga calon buah mulai nampak dan muncul. Selain itu , umur panen buah sawit semakin pendek yaitu dari 5,5 bulan menjadi 4,5 bulan. Pak Toyo mengatakan “ setelah memakai starter kesuburan NASA, jumlah buah keliling bertambah banyak, berat jenjang meningkat dan warna lebih hitam. Berat pertandan mengalami peningkatan dari 8 kg TBS( Tandan Buah Segar) menjadi 17 kg TBS.”

Umur tanaman sawit beliau antara 6 – 8 tahun. Sedangkan yang siap produksi sekitar 48 ha. Sebelum memakai starter kesuburan NASA, pak Toyo menggunakan pupuk makro (NPK) sebanyak 350 – 400 kg / ha. Sedangkan setelah memakai starter kesuburan NASA, beliau mampu menghemat hingga 50 % pupuk makro atau sebanyak 175 kg / ha.

Starter kesuburan NASA yang digunakan pak Toyo adalah : POWER NUTRITION, POC NASA, HORMONIK, AERO 810. POWER NUTRITION berfungsi untuk memicu pembuahan di luar musim. Sedangkan POC NASA untuk memberikan unsur makro dan mikro kepada tanaman. Hormonik untuk memicu peningkatan kuantitas dan kualitas buah. Dengan pemakaian starter kesuburan NASA, hama ulat api yang sering menyerang tanaman menjadi berkurang, dan sejak 2006 pak Toyo tidak lagi menggunakan pestisida untuk memberantas hama. Tanahnya pun sekarang berwarna gelap. “Pohon yang dipupuk dengan NASA mampu mempertahankan produksi buah di luar musim”, jelas pak Toyo.

Posted by: alisetya | January 27, 2010

Pembibitan sawit Meraup untung

Bapak Yuli yang tinggal di dusun Lombok, kecamatan Long Ikis, kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, menanam bibit kelapa sawit sebanyak 20.000 pohon telah membuktikan keampuhan formula pupuk NASA.  Perkembangan bibitnya sangat luar biasa. Tanah di polibak yang dulu merah, sekarang menjadi hitam dan gembur. Kemudian jangka waktu pemindahan bibit ke polibak besar menjadi semakin singkat. Dulu sebelum memakai NASA, bibit harus dipindah ke polibak besar setelah 3 bulan, namun setelah memakai NASA, bibit bisa dipindah ke polibak besar hanya dalam waktu 2 bulan saja.

Pembibitan SawitBatang bibit tumbuh besar dan daunnya lebih hijau, padahal pak yuli hanya memakai produk NASA saja, tanpa pupuk kimia.

Jika dibandingkan dengan sebelum memakai NASA, bibit yang diolah dengan NASA tumbuh lebih tinggi dan lebih tahan terhadap penyakit. Selain itu , angka kematiannya juga menurun. Sebelum memakai NASA, dari 20.000 bibit, biasanya mengalami kematian sebanyak 1000 pohon. Namun setelah diolah dengan NASA, angka kematiannya turun drastis menjadi 200 pohon.

Formula pupuk NASA yang digunakan oleh pak Yuli adalah sebagai berikut :

4 hari sebelum tanam ( sebelum dipindah ke polibak), tanah disiram dg POP SUPERNASA dengan dosis 1 sendok POP SUPERNASA di larutkan dalam 10 liter air, kemudian digunakan untuk menyirami lahan

Setelah bibit ditanam di polibak, kemudian di semprot dengan POC NASA dan HORMONIK, dengan dosis 4 ttp POC NASA +1 ttp HORMONIK + 15 lt air. Waktu penyemprotan 3 hari sekali.

Sebelum memakai produk NASA, Bpk. Yuli harus membeli pupuk NPK 2 kwintal Dan diberikan 2 kali sebulan, namun setelah menggunakan kombinasi POP SUPERNASA + POC NASA + HORMONIK , bapak Yuli tidak lagi menggunakan pupuk kimia.

Setelah memakai Formula NASA, saya mendapatkan banyak keuntungan, antara lain :

  1. Angka kematian pohon menurun drastis. (1000 pohon mati  – 200 pohon mati  = 800 pohon hidup )
  2. Tidak lagi menggunakan pupuk kimia NPK (hemat 2 kw pupuk NPK)
  3. Mengurangi biaya pemeliharaan (umur 2 bulan sudah bisa dipindah ke polibak besar)
  4. Harga jual bibit tinggi, karena kualitas batang dan daun bibit meningkat
  5. Menghemat tenaga untuk perawatan
Posted by: alisetya | January 26, 2010

keindahan hidup

duri

keindahan hidup

Posted by: alisetya | January 26, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.